Minggu, 27 Juni 2010

Budaya di dalam perusahaan Apple

Apple Way oleh Jeffrey L. Cruikshank

Dalam dunia teknologi yang bergerak cepat sekarang ini, Apple telah belajar-sering kali dengan segenap daya upaya- bahwa Anda tidak dapat melakukannya sendiri, tak peduli betapa pun pintarnya Anda. Pasar bergerak dengan cepat, teknologi berkembang semakin kompleks, dan terlalu banyak orang pintar yang menginvestasikan terlalu banyak waktu dan uang mereka pada inovasi. The Apple way menguraikan rahasia dan prinsip – prinsip manajemen yang dapat menjaga agar Apple tetap menjadi yang terdepan-termasuk pengembangan produk yang inovatif, strategi pemasaran yang canggih, kemasan dan desain yang cantik, serta budaya perusahaan yang sangat baik. Anda akan menemukan bagaimana Apple mengkombinasikan antara konsistensi dengan kontinuitas dan tindak lanjut, serta mengimbangkan antara visi dan praktik.

Agar penjualan naik, Anda harus memiiki gaya kepemimpinan yang kuat. Jika Anda memiliki kepemimpinan yang lemah (imajinasi, perasaan dan sebagainya), maka gunakanlah dengan baik. Guy Kawasaki bergabung dengan Apple pada pertengahan tahun 1980-an dan bertanggung jawab dalam menemukan cara mengajak para pengembang dari luar untuk membuat software bagi Mac. Di dalam bukunya mengenai budaya Mac –di mana ia menjelaskan perbedaan budaya Apple dengan sekte- Kawasaki menjelaskan “Sekte” sebagai sesuatu yang lebih dangkal.

Sekte merupakan sekumpulan penggemar fanatik yang menjual Mac kepada komunitas konsumen. Para anggota sekte tidak menempelkan logo Apple pada mobil mereka. Mereka menggunakan diri mereka sendiri untuk mengajak orang lain melakukannya. Mereka adalah para pemimpin yang menggunakan pemikiran : para penggunan yang memilki teknologi tinggi, para ahli yang berpengalaman, para distributor yang memiliki hubungan baik dan sebagainya.

Itulah baru beberapa budaya organisasi yang diterapkan oleh Perusahaan Apple. Tapi yang paling penting agar perusahaan kita dapat seperti “Apple” adalah belajar cara untuk :

- Menjadikan pelanggan sebagai raja

- Menjadikan produk sebagai raja

- Gemparkan dunia pemasaran

- Tumbuhkan organisasi pembelajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar